Semua orang berjalan dibumi ini, untuk mencari keinginannya sendiri-sendiri. Dan sebenarnya, sesuatu yang diinginkannya belum tentu akan menjadi kebahagiaannya.
Ada orang yang terlampau egois pada dirinya sendiri. Terlalu menggebu meraih keinginannya. Dengan tujuan apa saja. Dan lupa bahwa hatinya butuh untuk bahagia. Entah apa yang akan dirasakannya setelah keinginannya terpenuhi. Mungkin hanya rasa puas. Dan puas tidak berarti bahagia.
Ada orang yang memandang bahwa menjadi bahagia itu sulit. Itu karena mungkin, dia ingin bahagia dengan cara orang lain. Dan lupa bahwa itu hidupnya bukan hidup orang lain. Dalam kehidupannya bahagia bisa datang darimana saja. Tapi sayangnya sumber bahagia itu diabaikan karena terlalu berfikir bahwa bahagianya itu adalah seperti bahagianya orang lain. Tubuhnya berbeda, hatinya berbeda, cara hidupnya berbeda. Maka, cara berbahagianya pun berbeda.
Ada orang yang berpura-pura bahagia. Menutupi sedihnya dan tertawa. Tapi tertawa bukan berarti dia bahagia. Dia hanya ingin orang lain tak melihat kesedihannya. Dan mungkin dia sedang kesepian, berharap saat dia pura-pura tertawa, orang lain akan ikut tertawa bersamanya. Dan berharap bisa menghibur dirinya.
Ada yang bahagia namun tak ingin memperlihatkannya. Karena ingin menikmatinya sendiri. Atau karena ingin mendapat belas kasihan. Atau karena tak ingin kebahagiaannya diusik orang lain
Ada yang mudah sekali bahagia. Apapun yang didapatnya dia terima dengan lapang dada. Apapun yang diperbuatnya berhasil membuatnya tersenyum dan lega. Dialah orang yang menikmati hidupnya. Orang yang selalu bersyukur kepada Tuhannya. Orang yang berserah dan tak menuntut macam-macam untuk hidupnya... Orang yang tak mudah terluka hatinya, orang yang bahagia.
#ini hanya renungan di malam hari yang tenang...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar